 {"id":3031,"date":"2024-01-12T21:20:52","date_gmt":"2024-01-12T21:20:52","guid":{"rendered":"http:\/\/wikipedia.detik.in\/?p=3031"},"modified":"2024-01-12T21:20:52","modified_gmt":"2024-01-12T21:20:52","slug":"satlantas-polres-metro-tangerang-kota-sosialisasi-larangan-gunakan-knalpot-brong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/2024\/01\/12\/satlantas-polres-metro-tangerang-kota-sosialisasi-larangan-gunakan-knalpot-brong\/","title":{"rendered":"Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Sosialisasi Larangan Gunakan Knalpot Brong"},"content":{"rendered":"<div class=\"td-post-header\">\n<header class=\"td-post-title\">\n<h1 class=\"entry-title\">Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Sosialisasi Larangan Gunakan Knalpot Brong<\/h1>\n<div class=\"td-module-meta-info\">\n<div class=\"td-post-author-name\"><\/div>\n<\/div>\n<\/header>\n<\/div>\n<div class=\"td-post-sharing-top\">\n<div id=\"td_social_sharing_article_top\" class=\"td-post-sharing td-ps-bg td-ps-padding td-ps-rounded td-post-sharing-style4 \">\n<div class=\"td-post-sharing-visible\">\n<div class=\"td-social-but-text\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"td-post-content tagdiv-type\">\n<div class=\"td-post-featured-image\"><a class=\"td-modal-image\" href=\"https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_.jpg\" data-caption=\"\"><img loading=\"lazy\" class=\"entry-thumb\" title=\"knalpot brong_koranpelita.co\" src=\"https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_-696x407.jpg\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" srcset=\"https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_-696x407.jpg 696w, https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_-300x175.jpg 300w, https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_-768x449.jpg 768w, https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_-719x420.jpg 719w, https:\/\/koranpelita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/knalpot-brong_koranpelita.co_.jpg 787w\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"407\" \/><\/a><\/div>\n<p><strong>Kota Tangerang,koranpelita.co<\/strong> \u2013 Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya melalui Satlantas melakukan sosialisasi larangan sepeda motor menggunakan knalpot brong atau tidak standar pabrikan.<\/p>\n<p>Imbauan dan sosialisasi dilaksanakan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, di Jalan-jalan protokol di Kota Tangerang dan bengkel-bengkel motor di wilayah, Kamis (11\/1\/2024).<\/p>\n<p>Sosialisasi dilakukan berupa teguran kepada pemilik kendaraan dan membentangkan spanduk bertuliskan \u2018Dilarang Memasang Knalpot Bising\/Brong, Dasar Hukum: Pasal 285 Ayat 1 Junto Pasal 106 Ayat 3 UU No.22 Tahun 2009. \u2018Knalpot Adem, Hati Adem. Demi Keamanan dan Keselamatan\u2019.<\/p>\n<p>Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya selain melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas di lapangan juga melakukan langkah-langkah pencegahan preventif dan Pre-entif berupa sosialisasi dan himbauan langsung kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKita juga mendatangi penjual maupun bengkel-bengkel motor dan las untuk tidak menjual knalpot brong, Dan ini baru sebatas sosialisasi dan himbauan yang dilakukan oleh petugas Satlantas,\u201d tandasya.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, penggunaan knalpot brong yang tidak standar tersebut tidak diperbolehkan karena bisa menimbulkan kebisingan serta mengganggu masyarakat dan dapat menimbulkan polusi udara.<\/p>\n<p>Sosialisasi larangan penggunaan dan penjualan knalpot brong oleh petugas Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, kata dia, merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dilakukan dan bersifat himbauan.<\/p>\n<p>\u201cDalam imbauan yang kita (Polisi) sampaikan, agar masyarakat mengerti kebisingan yang ditimbulkan merugikan orang lain, contoh kalau melintas di tempat umum seperti rumah sakit atau fasilitas kesehatan menggangu pasien yang sedang sakit. Lalu di lingkungan-lingkungan pemukiman masyarakat yang memiliki balita, tentunya sangat mengganggu,\u201d papar Zain.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pada Rabu (10\/1) kemarin, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota bersama dengan Polisi Militer, TNI, Dishub dan Satpol PP Kota Tangerang melakukan razia dan mengamankan 24 kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong. Dimana pemilik kendaraan tersebut diminta untuk mengembalikan knalpot brong ke knalpot standar pabrikan.<\/p>\n<p>\u201cKita berikan imbauan secara humanis dan persuasif agar para pemilik kendaraan bermotor ini mengganti knalpot brong ke knalpot standar, Alhamdulillah mereka mengerti,\u201d tutur Zain.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, penggunaan knalpot brong tidak memenuhi syarat teknis dan laik jalan. Yakni melanggar Pasal 285 ayat (1) Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.(*\/sul).<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Sosialisasi Larangan Gunakan Knalpot Brong Kota Tangerang,koranpelita.co \u2013 Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya melalui Satlantas melakukan sosialisasi larangan sepeda motor menggunakan knalpot brong atau tidak standar pabrikan. Imbauan dan sosialisasi dilaksanakan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota, di Jalan-jalan protokol di Kota Tangerang dan bengkel-bengkel motor di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3030,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[22],"tags":[178,179,180,181,183,185,1908,186,1909,1910,187,188,1911,189,479,1792,319,194,195,279,197,360,199,282,201,297,1912,204,1913,1523,207,208,209,1914,211,212,213,216,1505,520,1904,217,218,338,219,220,223,224,225,226,740,228,1805,230,744,233,234,235,1915,1916,237,238,240,241,242,879,245,945,314,246,600,248,1918,306,252,253,288,255,289,256,544,259,260,261,262,264,716,464,265,266,268,269,271,785,272,662,273,274,751,275],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3032,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031\/revisions\/3032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}