 {"id":3535,"date":"2024-05-05T21:05:08","date_gmt":"2024-05-05T21:05:08","guid":{"rendered":"http:\/\/wikipedia.detik.in\/?p=3535"},"modified":"2024-05-05T21:05:08","modified_gmt":"2024-05-05T21:05:08","slug":"polresta-malang-kota-dinas-sosial-sediakan-rumah-aman-lindungi-korban-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/2024\/05\/05\/polresta-malang-kota-dinas-sosial-sediakan-rumah-aman-lindungi-korban-kekerasan\/","title":{"rendered":"Polresta Malang Kota &#038; Dinas Sosial Sediakan Rumah Aman, Lindungi Korban Kekerasan \u00a0"},"content":{"rendered":"<p>Polresta Malang Kota &#038; Dinas Sosial Sediakan Rumah Aman, Lindungi Korban Kekerasan<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritapolisi.com\/\">Berita Polisi<\/a> &#8211; <a href=\"https:\/\/beritapolisi.com\/\">Polresta Malang Kota<\/a> dan Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang berkolaborasi menyediakan safe house atau rumah aman bagi korban kekerasan, terutama anak dan perempuan. Rumah aman ini juga akan menyiapkan pendampingan bagi para korban kekerasan. \u201cIstilah safe house secara umum merujuk pada rumah aman yang disediakan untuk saksi\/korban\/pelapor dalam perkara tindak pidana tertentu yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada mereka,\u201d<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-6446 size-large\" src=\"https:\/\/beritapolisi.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-06-at-03.57.00-841x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"847\" \/><\/p>\n<p>demikian keterangan <a href=\"https:\/\/beritapolisi.com\/\">Polresta Malang Kota<\/a>. \u201cSelain itu, safe house juga dimaknai sebagai tempat yang tepat untuk menyembunyikan seseorang yang tak ingin diketahui keberadaannya oleh pihak tertentu atau orang tersebut berada dalam situasi atau dari ancaman berbahaya,\u201d sambung <a href=\"https:\/\/beritapolisi.com\/\">Polresta Malang Kota<\/a>. Safe house mengacu pada fasilitas keamanan yang diberikan kepada saksi yang terancam agar mampu memberikan kesaksian. Bisa juga digunakan sebagai tempat singgah bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.<\/p>\n<p>\u201cSelain memberikan tempat untuk perempuan dan anak korban kekerasan, juga disiapkan pendampingan dari psikolog sesuai dengan kebutuhan. Untuk penjagaan, 24 jam,\u201d papar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, <a href=\"https:\/\/beritapolisi.com\/\">Iptu Khusnul Khotimah<\/a>. Rumah aman itu, sambung Iptu Khusnul, sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, termasuk makanan dan layanan kesehatan. Nantinya, perempuan dan anak korban kekerasan memperoleh layanan selama 14 hari. \u201cLama layanan di rumah aman ini maksimal 14 hari, tetapi bisa juga diperpanjang sesuai dengan kebutuhan,\u201d tambah Iptu Khusnul.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menambahkan bahwa ada dua rumah aman yang disiapkan. Lokasinya berada di wilayah Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing. \u201cPada rumah aman yang terletak di Kecamatan Blimbing, bisa menampung dua hingga empat keluarga, sedangkan di Kecamatan Lowokwaru memiliki kapasitas lebih besar, lima hingga enam keluarga,\u201d jelas Donny. \u201cRumah aman ini diperuntukkan bagi korban kekerasan, baik itu di dalam maupun luar rumah tangga yang memerlukan perlindungan khusus, dalam artian perkara masih dalam proses hukum atau ada ancaman dari tersangka,\u201d pungkas Donny<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polresta Malang Kota &#038; Dinas Sosial Sediakan Rumah Aman, Lindungi Korban Kekerasan Berita Polisi &#8211; Polresta Malang Kota dan Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang berkolaborasi menyediakan safe house atau rumah aman bagi korban kekerasan, terutama anak dan perempuan. Rumah aman ini juga akan menyiapkan pendampingan bagi para korban kekerasan. \u201cIstilah safe house secara umum merujuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3534,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0},"categories":[22,30],"tags":[187,2278,188,189,2279,479,2280,2281,2283,2284,2285,194,277,2286,2287,2288,2289,195,196,2290,2340,2294,356,197,2295,2297,2298,198,590,2299,387,2300,199,282,506,2301,2302,2338,2303,2304,640,2305,207,2307,2308,2309,636,1305,2310,2311,212,2312,2313,2314,2315,429,216,623,2318,2320,2321,520,2322,2341,2324,872,2326,2327,2328,230,2329,231,919,235,2330,2331,2332,237,2333,2342,238,2334,242,243,308,245,945,286,2339,2335,246,2343,2344,2345,2346],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3535"}],"collection":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3536,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3535\/revisions\/3536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipedia.detik.in\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}